JALAN PINTAS

aku ada untukmu

jika kau sendiri, janganlah merasa sepi karena aku akan selalu menemani. jika kau sedih , jangnlah dipendam dalam hati karena aku akan selalu ada untukmu dan untuk membagi kebahagiaan .jika susah, janganlah menjadi pilu karena aku selalu ada untukmu dan membagi pertolongan.tetapi jika hari-harimu penuh dengan keceriaan dan senyuman, maka lupakanlah aku. karena tanpa kamu sadari aku sangat bahagia bila melihatmu tersenyum... berikan kebahagiaanmu untuk orang lain yang mencintaimu bahkan yang membencimu.

Maafkan aku matahari dan bulan



Saat matahari terbit, perlahan aku membuka mata, sekejap tak sadar diri layaknya aku dibangkitkan dari mati, napasku mulai berhembus lagi, jari-jariku mulai tergerak dan tersentak aku diam.
Ku lihat jam dinding yang selalu berdetak, mengingatkanku sudah pukul 5.30 , aq tersentak untuk mensucikan diri, setengah penatku hilang aku tersungkur sujud pada-Mu.  tak tau apalagi yang akan kulakukan untuk beberapa menit kemudian,  ku buka jendela rumahku, cayaha matahari terpancar sulau dimataku dan ternyata dia setengah marah padaku... mungkin dia berkata “bodoh” padaku..
Bergegaslah aku menyiapkan diriku dihari ini,, 
Bersemangat aku untuk  melangkah di tempat kerja, taat pada waktu , dan takut pada aturan.
Ditengah perjalananku dihari ini, aku dapat tertawa membuka mulut selebar-lebarnya, aku dapat marah menutup hati dengan amat rapat yang dapat membuat orang menjauh dariku.
Terpanggil aku untuk bersujud pada-Mu, namun aku terikat kuat pada pekerjaanku.jam dinding kantor mengingatkanku sudah pukul 2 siang , dengan penatku,  aku tersungkur sujud lagi pada -Mu .Namun  matahari mulai menjauh dariku, dan dia belum selesai marah padaku,mungkin dia berkata “mahluk apa dirimu itu?”. Namun apapun perkataan dia, aku tak dapat menatapnya.
Bergegaslah aku menyiapkan diriku di siang ini,
Semangat aku untuk melengkah di tempat kerja, taat pada waktu , dan takut pada aturan,
Ditengah aku sibuk dalam penatku bekerja,, kenapa waktu terlalu cepat memanggil ku lagi...
Jam dinding kantor mengingatkanku sudah pukul 1setengah 5 sore, dan matahari semakin menjauhi aku, dan dia semakin marah padaku,, dia berkata “naudubillahi mindzalik.....!!!!” .. aku tak dapat melawan ucapannya karena aku tak mampu menatapnya.
Namun  Aku pun tersungkur lagi dihadapan-Mu.
Waktu terus berjalan dan matahari hilang entah kemana. Akupun selesai dalam pekerjaanku dan bergegas pulang,,, namun terpikir pertanyaan pada sang matahari. Dan itupun aku abaikan saja.
Ditengah pejalanaku pulang,, panggilan  terdengar lagi, jam 6 petang aku pun tepat tersungkur dan bersujud pada-Mu, namun aku tak melihat sang matahari, entah apa yang akan dia katakan lagi padaku dihari ini .  Dan kulihat Sang bulan datang melihatku,, dia berkata akan menggantikan matahari dimalamku ini,, “kemana sang matahari?”, bulan tak menjawab,  dia hanya  tersenyum padaku,,
Semakin malam aku semakin lelah ,, panggilan terdengar lagi.. rasa engganku muncul, “nanti saja jam 10 mlam aku akan melaksanakannya”.
Namun aku pun lupa dan semakin terlelap dalam tidurku yang lelah...
Bulan pun ikut marah padaku.. dia pergi dimalam ini dan sang awan hitam menggantikannya,, memberikan jeritan yang tak bisa membuatku tenang untuk tidur,,, memberikanku hembusan angin yang semakin tak bisa membuatku tidur,,, aku MARAH dan aku tersentak terbangun, sejenak aku diam.......... ada apa ini, terasa banyak beban dimalam ini,, sangat berat, berat sekali bagiku,, awan hitam pun pergi dan sang bulan datang lagi, dia menerangi ku dengan cahayanya lewat jendela, kulihat jam dinding yang tak ada hentinya berdetak , ternyata ini jam 12.00 malam,, entah kenapa aku sadar diri apa yang aku lakukan dihari ku ini,, “””””APA AKU INI MUSLIM YANG BENAR-BENAR MUSLIM??””””
Aku sadar dan aku mengangis, dan akhirnya air mataku aku hapus dengan air wudu,, aku tersungkur bersujud pada-Mu memenuhi kewajibanku yang aku lupakan tadi,,, otakku semakin mengingatkan ku tentang hari ini,, dan hatiku entah kenapa semakin bergetar, sakiiiit dan air mataku jatuh lagi,,
Aku tersadar aku terlalu mementingkan waktu kerjaku, dari pada waktu solatku, aku terlalu takut dengan aturan dikantorku, dari pada di akheratku nanti,, semakin basah sajadahku dimalam sunyi yang menyadarkanku.. hatiku memberikan jawaban atas pertanyaanku kepada matahari,, ternyata matahari marah melihatku mensia-siakan waktuku dari pagi hingga petang, karena aku lalai dalam kewajibanku, Allah telah memberikan matahari untuk menerangiku beribadah disiang hari, namun aku tak bisa menghargai sang matahari,,
Dan hatiku juga memberikan jawaban atas pertanyaanku kepada sang bulan,, dia pergi karena aku lalai dalam solatku dimalam hari,,padahal  Allah telah memberikan bulan untuk menerangi ibadahku dimalm hari, namun aku tak bisa menghargai sang bulan,
Dan akhirnya Allah memberikanku sang kilat , awan hitam yang tebal untuk membangunkanku dimalam itu,,  dan semua pertanyaanku terjawab dengan sajadah yang basah karena air mataku..  “aku ini muslim , tapi aku seperti sang kafir” .. sembah sujudku pada-Mu ya Rabb, maafkan aku untuk hari ini dan yang lalu.. terimakasih Engkau telah memberiku matahari dan bulan , dan sampaikanlah padanya untuk selalu menerangiku lagi hingga nyawaku dipangkal tenggorokan.
“ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM”
“ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM”
“ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM”
Ampunilah aku ya Allah
“LAILA HAILALLAH,MUHAMMADARROSULULLAH”
Matikan lah aku dengan menyebut lafal asmamu .


(ditulis oleh : yusuf pratama)

Cinta Ibu Pada Anak, Selamanya Tidak Akan Pernah Pudar


Alkisah seorang anak yang terlihat sedang asyik dengan kesibukannya yaitu menulis daftar hutang sang ibu terhadap dirinya.

HUTANG IBU

minta dipijitin = Rp.5000
minta anter ke kantor = Rp.10.000
mama minjem duit = Rp. 50.000
duit jajan pake uang sendiri dulu = Rp.30.000
jumlah =Rp. 95.000


Lalu diserahkanlah daftar tersebut kepada ibunya.
"ma, ini daftar hutang mama yang kemarin."

Sang Ibu hanya tersenyum. Diambillah kertas tersebut dan Sang Ibu pun ikut menulis dibalik kertas tersebut.

HUTANG KAMU SAMA IBU

makanan buat kamu = Rp. 25rb/hari
susu buat kamu = Total Rp. 500rb
beliin kamu mainan = Total Rp. 1 jt
jajan kamu = Rp. 20rb/hari

jumlah = LUNAS

Lalu dibacalah kertas tersebut oleh Sang Anak dengan rasa penasaran.
Tiba-tiba tanpa disadari air matanya turun tidak tertahan membasahi kertas tersebut, ia memeluk ibunya sambil menangis dan meminta maaf kepada ibunya

BAGAIMANA PUN JUGA
CINTA IBU PADA ANAK, SELAMANYA TIDAK AKAN PERNAH PUDAR..

manusia hampir = hujan

Singkat aja yah..
manusia itu terkadang persis dengan hujan..
kadang nyenengin, kdang juga JENGKELIN!!!!..

Sebuah Renungan Bagi Kita Semua

Aku mempunyai pasangan hidup…Saat senang aku cari pasanganku
Saat sedih aku cari orang tua
Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku
Saat gagal aku ceritakan pada bapak
Saat bahagia aku peluk erat pasanganku
Saat sedih aku peluk erat ibuku
Saat liburan aku bawa pasanganku
Saat aku sibuk, anak kuantar ke rumah bapak
Saat sambut valentine, selalu beri hadiah pada pasangan.
Saat sambut hari ibu, aku cuma ucapkan “Selamat Hari ibu”
Selalu aku ingat pasanganku
Selalu ibu yang ingat aku
Setiap saat aku akan telpon pasanganku
Kalau inget aku akan telpon orang tuaku
Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu
Renungkan :
“Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja…
bolehkah kau kirim uang untuk orang tuamu?
Ibu tdk mnta banyak, lima puluh ribu sebulan pun cukuplah”.
Berderai air mata jika kita mendengarnya . . .
Tapi kalau mereka sudah tiada . . .
Papa . .   Mama . .
Aku Rindu . . . . Sangat Rindu . . . .

POSITIF & OPTIMIS!!!

Berusaha untuk selalu berfikir positif dan optimis dalam semua kesulitan ,Jangan terobsesi pada pengalaman masa lalu atau masa depan, tapi tataplah masa kini. Masa lalu sudah lewat, tak akan kembali lagi, masa depan itu belum terjadi jadi kita tak tahu apa yang terjadi dan akhirnya hanya berangan berharap sesuatu, tapi di masa kinilah, kita harus menentukan dan membuat keputusan terhadap diri kita.
Berfikir positif dan optimis terlihat seperti kalimat puisi yang sepele, tapi sdarilah ini sangat penting dalam peran anda mengambil keputusan yang akan menentukan kesuksesan atau kehancuran.

CaPriCorN foto




































di lembah hijau























Buscar

 

About

yusuf pratama Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger
Efek Blog